.

Tata Cara dan Adab Adzan

HambaAllah.id, 08/09/2024, 12:03 WIB

Ilustrasi

Tata Cara dan Adab Adzan

1.Hadits
Jika waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan untuk kalian, dan hendaklah orang yang paling tua di antara kalian mengimami kalian. (Muttafaq alaih)

Jika engkau bersama kambing-kambingmu, atau di padang pasirmu, maka adzanlah untuk shalat dan tinggikan suaramu ketika adzan, karena tidaklah jin, manusia dan apa saja yang mendengar suara muadzin, melainkan menjadi saksi baginya pada hari kiamat. (Diriwayatkan Al-Bukhari)

2.Kriteria muadzin
a.Muslim dan berakal
b.Baik agamanya
c.Diutamakan orang dewasa, namun jika terpaksa anak kecil tidak mengapaa
d.Memiliki sifat amanah
e.Tidak menerima upah azan
f.Suara muazin lantang dan merdu

3.Ketentuan dan tata cara adzan
a.Muazin disunnahkan suci dari hadas besar dan kecil
b.Berdiri
c.Muazin menghadap ke arah kiblat ketika mengumandangkan azan
d.Melakukan azan ditempat tinggi, atau dengan pengeras suara
e.Memperhatikan tajwid, memperlambat azan dan mempercepat iqamah
f.Meletakkan jari-jari di telinga ketika adzan
g.Menengok ke kanan dan ke kiri ketika haya’alatain

4.Menjawab Adzan
a.Apabila mendengar suara azan, disunahkan untuk menjawab azan tersebut sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kecuali apabila muazin mengucapkan: "Hayya alash-shalah", "Hayya alal-falah", dan "Ashsalatu khairum minan-naum" (dalam azan Subuh).
b.Apabila muazin mengucapkan "Hayya alash-shalah" atau "Hayya alal-falah", disunahkan menjawabnya dengan lafal “La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim " yang artinya "Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah".
c.Apabila muazin mengucapkan “Ashsalatu khairum minan-naum” dalam azan Subuh, disunahkan menjawabnya dengan lafal “Shadaqta wa bararta wa ana ‘ala dzalika minasy syahidin” yang artinya “Benarlah engkau dan baguslah ucapanmu dan saya termasuk orang-orang yang menyaksikan kebenaran itu”.

5.Doa Sebelum Adzan
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلهَ إلا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اللهُ يَا كَرِيم
Subhanallah walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim. Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala ali sayyidina Muhammadin. Allahumma ya Karim.

Artinya : "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad. Ya Allah, wahai Yang Maha Mulia."
6.Lafaz Adzan


7.Doa Setelah Adzan
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد
Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad.

Artinya : "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan."
Penulis: HambaAllah | Editor: HambaAllah
×