HAMBAALLAH.ID, Berikut adalah panduan detail dan lengkap untuk mencari guru/ustaz yang benar, serta kriteria yang perlu dipertimbangkan:
Menyadari Pentingnya Guru Agama
Ilmu agama merupakan agama (Dīn) itu sendiri, sehingga penting untuk berhati-hati dalam memilih sumbernya. Muhammad bin Sīrīn (seorang ulama Tabi'in) pernah berkata:
Baca juga :Aliran Agama Islam di Indonesia dan Bagaimana Menyikapinya
"Sesungguhnya ilmu agama (yang kamu pelajari) adalah agamamu, maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu."
Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan buku atau internet, tetapi cari bimbingan dari seseorang yang kompeten dan berintegritas.
Baca juga :Doa Berlum Terkabul Karena Allah Mencintai Hambanya
Kriteria Utama Guru/Ustaz yang Benar
Kriteria ini merujuk pada tuntunan ulama, seperti yang disebutkan oleh Imam Az-Zarnuji dalam kitabnya Ta'limul Muta'allim, serta pandangan ulama kontemporer lainnya.
A. Kapasitas Keilmuan yang Mumpuni
Guru yang baik harus memiliki ilmu yang luas dan mendalam dalam bidang yang diajarkan.
- Sanad Keilmuan yang Jelas: Pastikan guru tersebut menempuh pendidikan Islam yang valid, baik secara formal (misalnya, lulusan pesantren atau universitas Islam ternama) maupun non-formal, dengan guru-guru yang sanad ilmunya tersambung.
- Penguasaan Dalil: Guru harus mengajar dengan berlandaskan pada Al-Qur'an dan Hadis yang sahih, serta mampu menjelaskannya sesuai dengan pemahaman para sahabat dan ulama terdahulu.
- Kompetensi Bidang: Ilmu Islam sangat luas. Carilah guru yang kompeten dan ahli di bidang yang Anda ingin pelajari (misalnya, fiqih, tafsir, atau akidah).
B. Akidah dan Manhaj yang Lurus
Ini adalah poin fundamental. Guru yang benar harus memiliki akidah (keyakinan) yang lurus, yaitu sesuai dengan akidah Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya (Ahlus Sunnah wal Jama'ah).
- Berpegang pada Sunnah: Mengajak untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah, serta menjauhi ajaran atau aliran yang menyimpang (aliran sesat).
- Tidak Berlebihan: Menghindari sikap ekstrem dalam beragama, baik terlalu longgar maupun terlalu kaku.
C. Sifat Wara' (Hati-hati) dan Akhlak Terpuji
Guru harus menjadi suri teladan bagi muridnya dalam perilaku.
- Wara': Bersikap hati-hati dalam urusan duniawi, makanan, dan terutama dalam mengeluarkan hukum (fatwa). Jika tidak tahu, ia akan berani berkata, "Saya tidak tahu," dan menyarankan bertanya kepada yang lebih ahli.
- Akhlak Mulia: Memiliki adab dan akhlak yang baik, seperti sabar, lemah lembut, bijaksana, dan tidak memiliki perilaku yang bertentangan dengan syariat (seperti mengejar dunia, bermegah-megahan, atau memburuk-burukkan ulama lain).
- Integritas: Perkataan dan perbuatannya harus konsisten (dapat dipercaya).
D. Rekomendasi dan Pengakuan
Guru yang kompeten biasanya dikenal dan direkomendasikan oleh sesama ahli ilmu (ulama atau ustaz lain yang terpercaya). Mengambil guru yang direkomendasikan oleh ahli ilmu mengurangi risiko salah pilih.
Baca juga :Modal AI Doang Langsung Merasa Pintar
Langkah-Langkah Praktis untuk Mualaf
Sebagai mualaf, fokuslah pada ilmu dasar dan lakukan langkah-langkah berikut:
- Prioritaskan Ilmu Dasar: Cari guru atau majelis taklim yang fokus mengajarkan dasar-dasar Islam, seperti tata cara salat, puasa, akidah yang benar, dan adab.
- Minta Rekomendasi: Bertanya kepada muslim yang Anda percayai ketakwaan dan keilmuannya, atau kepada yayasan Islam/masjid yang kredibel.
- Amati dan Teliti: Hadiri beberapa majelis taklim dari ustaz berbeda. Amati cara mereka mengajar, akhlak mereka, dan sumber dalil yang digunakan. Apakah mereka mengajar dengan santun, berdasarkan dalil, dan fokus pada kebaikan?
- Bimbingan Personal: Jika memungkinkan, carilah bimbingan personal dari guru yang bersedia mendampingi proses belajar Anda secara intensif, terutama dalam hal praktik ibadah.
Ingatlah, menuntut ilmu adalah ibadah, dan Allah akan memudahkan jalan menuju surga bagi yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu.
Wallahu a'lam bishawab (Hanya Allah yang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya).
Sumber Referensi:
Kriteria di atas banyak bersumber dari nasihat para ulama tentang adab menuntut ilmu, termasuk dari Imam Az-Zarnuji dalam karyanya Ta'limul Muta'allim, serta fatwa-fatwa ulama kontemporer tentang pentingnya sanad dan akidah yang lurus dalam mencari guru.














