.

Lupa Rakaat Shalat? Berikut Panduan dan Cara Sujud Sahwi

HambaAllah.id, 26/09/2025, 06:26 WIB

Gambar: Ilustrasi

HAMBAALLAH.ID, Setiap salat fardu lima waktu telah memiliki ketetapan jumlah rakaatnya. Namun, dalam pelaksanaan salat, seorang muslim adakalanya mengalami lupa atau ragu mengenai hitungan rakaat yang telah diselesaikan. Lalu, bagaimana langkah yang benar untuk mengatasi keraguan tersebut?

Panduan yang harus diikuti saat ragu mengenai jumlah rakaat adalah mengambil bilangan terkecil. Prinsip ini dijelaskan oleh Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam karyanya, Fathul Qarib.

Sebagai ilustrasi, jika saat melaksanakan salat Zuhur seseorang bimbang apakah ia sudah memasuki rakaat ketiga atau keempat, maka ia wajib memilih hitungan yang lebih kecil, yaitu tiga rakaat. Ia kemudian menyempurnakan sisa salatnya hingga mencapai empat rakaat. Setelah itu, ia perlu melaksanakan sujud sahwi sebelum menutup rangkaian ibadah salatnya dengan salam.

Baca juga :

Kembali ke Titik Nol: Sebuah Pencarian di Usia Tua

Tata Cara Sujud Sahwi

Tata cara pelaksanaan sujud sahwi telah dirinci oleh para ulama, salah satunya adalah Imam An-Nawawi dalam karyanya, Raudhatut Thalibin wa ‘Umdatul Muftin.

Menurut Imam An-Nawawi, meskipun terdapat beberapa pandangan ulama mengenai waktu pelaksanaannya, pendapat yang dianggap paling kuat menetapkan bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum mengucapkan salam. Sujud ini dilakukan sebanyak dua kali.

Baca juga :

Panduan Mencari Ustadz Yang Benar

Di antara dua sujud tersebut, kita disunahkan untuk duduk iftirasy, yaitu posisi duduk yang sama seperti saat tasyahud awal: telapak kaki kanan ditegakkan, dan telapak kaki kiri dibaringkan untuk diduduki. Setelah sujud kedua, sebelum salam, dianjurkan untuk duduk tawarruk, yaitu duduk seperti tasyahud akhir: telapak kaki kiri diselipkan di bawah kaki kanan, dan telapak kaki kanan tetap tegak.

Imam An-Nawawi mencatat bahwa ulama Syafi’iyah umumnya tidak menetapkan zikir khusus untuk sujud sahwi, sehingga bacaannya dianggap sama dengan bacaan sujud salat biasa. Meskipun demikian, ada riwayat lain yang menyarankan bacaan khusus saat sujud sahwi, yaitu sebagai berikut:


سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Subḫâna man lâ yanâmu wa lâ yashu

Artinya: “Mahasuci Allah Zat yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Baca juga :

Aliran Agama Islam di Indonesia dan Bagaimana Menyikapinya

Inilah panduan yang harus diterapkan ketika kita ragu mengenai jumlah rakaat salat: tetapkan bilangan terkecil dan akhiri dengan sujud sahwi. Agar kejadian lupa rakaat dapat diminimalkan, disarankan sebelum memulai salat kita membersihkan hati dan pikiran dari segala hal duniawi. Fokuskan seluruh perhatian hanya kepada Allah. Wallahu a’lam. (sumber: Kemenag)
 

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×