.

Sholat Jenazah Dan Sholat Ghaib

HambaAllah.id, 08/09/2024, 08:57 WIB

Ilustrasi

Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib

Perbedaan sholat jenazah dan sholat ghaib adalah sholat ghaib tidak ada jenazahnya ( berbeda tempat/wilayah )
Keutamaan :
Rasulullah bersabda : "Barang siapa menyaksikan jenazah hingga menyalatinya maka baginya satu qirath. dan barang siapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan maka baginya dua qirath." Ditanyakan kepada beliau, "Apakah dua qirath itu?" Beliau menjawab, "Seperti dua gunung yang besar."
(h.r. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasai).
Praktik :
a.Hukumnya fardu kifayah
b.Dilakukan dengan 4 takbir tanpa rukuk dan sujud
c.Niat di dalam hati dan tidak dilafazkan
Niat Sholat Jenazah :
Untuk Mayat Lelaki
اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.
"Saya niat shalat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala."
Untuk Mayat Perempuan
اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Usholli ‘ala hadzahihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala
"Saya niat shalat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala."
Niat Sholat Ghaib :
Untuk Mayat Lelaki
اُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (فُلاَن) اْلغَائِبِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Usholli ‘alal mayyiti (sebutkan nama) algha-ibi arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.
"Saya niat shalat atas jenazah (sebutkan namanya) yang jauh empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala."
Untuk Mayat Perempuan
اُصَلِّى عَلَى الْمَيِّتَةِ (فُلاَن) اْلغَائِبِةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Usholli ‘alal mayyitati (sebutkan namanya) algha-ibati arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.
"Saya niat shalat atas jenazah (sebutkan nama) yang jauh empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala."
d.Takbir pertama membaca surat Alfatihah
e.Takbir kedua membaca shalawat kepada Rasulullah
f.Takbir ketiga membaca doa
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّا
Allâhummaghfir lahu warhamhu wa ‘âfihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhu dâran khairan min dârihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr
" Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka. "

Catatan :
Untuk jenazah wanita, kata hu diganti ha, jika jenazah lebih dari satu di baca hum.
g.Takbir keempat membaca doa
اَللّٰهُمَّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنَّا بَعدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lanâ wa lahu
" Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia. "

Catatan :
Untuk jenazah wanita, kata hu diganti ha, jika jenazah lebih dari satu di baca hum.
Penulis: HambaAllah | Editor: HambaAllah
×