.

Sholat Dhuha

HambaAllah.id, 07/09/2024, 12:28 WIB

Ilustrasi

Salat Sunah Dhuha

Keutamaan :
Rasulullah bersabda : " Setiap salah seorang di antara kami memasuki pagi harinya, pada setiap ruas tulangnya ada peluang sedekah, setiap ucapan tasbih (subhanallah) adalah sedekan, setiap hamdalah (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan la ilaha illallah) adalah sedekan, amar makruf adalah sedekah, nabi munkar adalah sedekah, semua itu cukup tergantikan dengan dua rakaat dhuha."
(h.r Muslim)
"Siapa yang salat dhuha 2 rakaat, ia tidak tercatat sebagai yang lalai, dan siapa yang salat dhuha 4 rakaat, ia tercatat sebagai 'abid(ahli ibadah) dan siapa yang shalat Dhuha 6 rakaat, cukuplah baginya pada hari itu dan siapa yang salat Dhua 8 rakaat, Allah mencatatnya sebagai qanit (ahli taat), dan siapa yang salat Dhuha 12 rakaat, Allah membangunkan rumah untuknya di surga, dan tidak ada hari, juga tidak ada malam, kecuali ada pemberian Allah yang diberikannya kepada hamba-Nya sebagai sedekah untuknya dan tidak ada pemberian Allah yang diberikan kepada seorang hamba-Nya yang lebih afdal daripada ilham kepadanya untuk mengingat-Nya
(h.r. Thabrani)
Praktik :
a.Salat sunah yang dianjurkan
b.Jumlah rakaatnya mulai dari dua sampai 12 rakaat
c.Niat di dalam hati dan tidak dilafazkan
Contoh Niat :
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
USHALLI SUNNATADH-DHUHA RAK'ATAINI LILLAAHI TA'AALAA.
"Aku niat salat sunah dhuha dua rakaat karena Allah."
d.Waktu pelaksanaannya kira-kira beberapa saat setelah matahari terbit sampai menjelang waktu zuhur.
Doa
اللهُمَّ إِنَّ الصَّحَاءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بهاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزَلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجُهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهَرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَبْهُ بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allâhumma innad dlaḥâa dlaḥâ’uka, wal bahâa bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna musiran (mu’assaran) fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba’îdan fa qarribhu, bi haqqi dlaḥâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika âtinî mâ ataita ‘ibâdakas shâlihîn.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, kuasa ini adalah kuasa-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”
Penulis: HambaAllah | Editor: HambaAllah
×