Kultum: Tantangan Orang Tua mendidik Anak di Era Digital

HambaAllah.id, 22/03/2025, 17:55 WIB

Ilustrasi

HAMBAALLAH.ID, Kemajuan di era digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan dan dunia kerja kita, termasuk dalam cara mendidik generasi muda. Anak-anak kini sudah akrab dengan teknologi sejak usia dini, sehingga menjadi tanggung jawab orang tua untuk memberikan mereka bekal berupa pengetahuan serta kemampuan yang diperlukan untuk beradaptasi di masa ini.

Meskipun demikian, era digital tidak lepas dari tantangan yang bisa memengaruhi perkembangan anak secara negatif. Salah satu tantangan utama adalah adanya konten-konten yang kurang baik di dunia maya. Informasi yang belum terverifikasi, berita palsu, serta ujaran yang berisi kebencian dapat memecah persatuan dan menimbulkan keresahan. Ditambah lagi, tindakan perundungan siber atau "cyberbullying" menjadi masalah serius yang berpotensi mengganggu kesehatan psikologis dan emosional korbannya.

Selain itu, tantangan lain yang muncul adalah ketimpangan dalam akses teknologi. Tidak semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi maupun internet, yang dapat memperburuk kesenjangan sosial-ekonomi. Kurangnya kemampuan untuk mengikuti perkembangan di bidang teknologi bisa menjadi hambatan bagi seseorang dalam meningkatkan peluang hidupnya atau meraih kesuksesan.

Baca juga :

TIPS Mendapatkan Lailatul Qadar

Dalam era digital yang didorong oleh kehadiran internet, memberikan pendidikan digital kepada anak menjadi hal yang sangat penting. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakan teknologi dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.

Orang tua diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak tentang manfaat sekaligus risiko yang mungkin muncul dari penggunaan internet. Selain itu, mereka perlu memastikan aktivitas daring anak selalu diawasi agar tidak terpapar konten yang kurang layak. Pada akhirnya, mendidik anak dengan baik tetap menjadi tanggung jawab utama orang tua.

Hal ini sebagaimana dalam hadis Nabi Muhammad:


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
Baca juga :

Mudik Adalah Momen Bersilaturahmi Untuk Saling Memaafkan dan Membersihkan Hati

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada pendidikan yang baik." [HR. Tirmidzi]   

Langkah pertama adalah membimbing dan membatasi penggunaan perangkat elektronik. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah menetapkan aturan penggunaan gawai yang jelas. Orang tua dapat menentukan durasi layar yang sesuai dengan usia anak (screen time) serta mengenal aplikasi dan situs web yang sering diakses anak. Memanfaatkan fitur kontrol orang tua (parental control) dapat membantu memblokir konten yang tidak layak dan mengatur waktu akses internet.

Langkah kedua, menjadi orang tua yang melek digital. Di era teknologi ini, orang tua tidak bisa menutup mata terhadap dunia digital. Sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai teknologi dasar, sehingga dapat mendampingi anak saat mereka menjelajahi dunia maya. Orang tua juga dapat belajar bersama anak tentang aplikasi pembelajaran, cara berselancar yang aman di internet, serta menjaga etika berkomunikasi secara daring.

Baca juga :

Zakat Fitrah Sebagai Tanggung Jawab Bersama Terhadap Kesejahteraan Umat

Tak dapat disangkal, perkembangan digital terus melaju dengan membawa tantangan dan risiko. Orang tua harus terus memperbarui informasi terkait kemajuan teknologi agar dapat mendampingi anak dengan lebih baik serta menangkal hal-hal yang tidak diinginkan.

Langkah ketiga, memilih konten yang edukatif dan menarik. Orang tua memiliki peran kunci dalam memilihkan konten yang sesuai dan bermanfaat bagi perkembangan anak. Pilih konten edukatif yang dapat membantu anak belajar membaca, berhitung, ataupun menambah kosakata baru. Aplikasi atau situs web yang dirancang khusus untuk anak dengan konten yang sesuai usia adalah pilihan yang bijak.

Konten interaktif juga dapat digunakan untuk membuat proses belajar menjadi lebih menarik. Misalnya, permainan edukatif, video animasi, atau cerita interaktif yang memungkinkan anak berpartisipasi aktif. Pastikan konten yang dipilih aman dan bebas dari materi yang tidak sesuai.

Sementara itu, dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal [8] ayat 28, Allah mengingatkan bahwa harta dan anak-anak adalah fitnah, atau ujian bagi manusia. Allah SWT juga mengingatkan bahwa di sisi-Nya terdapat pahala yang besar bagi orang-orang yang mampu melewati ujian ini dengan baik. Yaitu, mereka yang tidak terlena dengan harta dan anak-anak, dan tetap taat kepada Allah SWT dalam segala situasi.


وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌࣖ

Artinya: "Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."   

Pada akhirnya, mendidik anak di era digital bukanlah tentang menjauhkan mereka dari teknologi, melainkan memberikan mereka kemampuan untuk memanfaatkannya secara bijaksana. Dengan arahan dan pemantauan yang sesuai, orang tua dapat menjadikan dunia digital sebagai tempat belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak.(sumber:nu)

Penulis: HambaAllah | Editor: HambaAllah
×