.

Jamaah Haji: Tips Tidak Bingung di Area Masjidil Haram

HambaAllah.id, 23/05/2025, 13:38 WIB

Suasana Masjidil Haram tgl 22/5/2025 (dok.kemenag)

HAMBAALLAH.ID, Mekkah,- Kepadatan di Masjidil Haram meningkat signifikan, tak jarang jemaah terpisah dari kelompoknya akibat desakan. Beberapa jemaah juga mengalami disorientasi arah saat hendak menuju halte bus Shalawat untuk kembali ke penginapan.

Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Harun Al Rasyid, memberikan beberapa Tips/saran agar jemaah merasa aman dan tidak kebingungan di area Masjidil Haram. 

Pertama, penting untuk mengingat jalur bus Shalawat yang digunakan jemaah untuk transportasi ke dan dari Masjidil Haram.

Baca juga :

Jemaah Haji: Himbauan kepada Jamaah lansia dan Berkebutuhan Khusus Agar Salat di Hotel

"Setiap jemaah dibekali kartu bus yang wajib dibawa setiap saat. Jika lupa, kartu tersebut dapat menjadi panduan," ujar Harun di Mekah, Rabu (21/5/2025) dilansir dari laman kemenag.

Kedua, jemaah hendaknya menghafal nama terminal tempat pemberhentian bus shalawat. Di sekitar Masjidil Haram terdapat tiga terminal, yaitu: Syib Amir, Jabal Ka'bah, dan Ajyad. Bus Shalawat di Syib Amir melayani jemaah dari wilayah Syisyah dan Raudlah. Sementara itu, terminal Jabal Ka'bah diperuntukkan bagi jemaah dari kawasan Jarwal, dan terminal Ajyad melayani jemaah haji dari wilayah Misfalah.

"Selain mengingat nomor bus Shalawat, jemaah perlu mengetahui nama terminal dan arah menuju terminal tersebut," jelasnya.

Ketiga, apabila jemaah merasa kehilangan arah menuju terminal, Zamzam Tower atau WC 3 dapat dijadikan sebagai penanda. Petugas dari Sektor Khusus Haram akan siaga di sekitar WC 3 untuk memberikan arahan menuju masing-masing terminal.

"Di sekitar WC 3 juga ada petugas Sektor yang siap membantu jemaah menemukan arah ke terminal yang dituju," terangnya.

Keempat, Harun juga mengimbau agar jemaah tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar maupun mengenakan perhiasan yang mencolok saat berada di Masjidil Haram. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kehilangan uang dan perhiasan.

Baca juga :

Suhu di Tanah Suci Tembus 50 Derajat Simak Cara Mencegah dan Pertolongan Pertama Heat Stroke

"Bawalah uang seperlunya saja. Sisa uang dapat dikumpulkan kepada Ketua Kloter atau Ketua Rombongan untuk kemudian dititipkan di hotel," sarannya. Langkah ini, lanjut Harun, bertujuan untuk mencegah jemaah haji kehilangan harta benda di Masjidil Haram.

Kelima, jemaah disarankan untuk pergi ke Masjidil Haram secara berkelompok, minimal dua hingga tiga orang, agar dapat saling mengingatkan. "Namun, jika rombongan terpisah, jemaah tidak perlu panik karena petugas sektor khusus akan membantu mengarahkan ke terminal yang dituju," kata Harun.

Keenam, Harun mengingatkan pentingnya membawa kartu Nusuk setiap saat. Kartu Nusuk berfungsi layaknya paspor haji dan akan diperiksa oleh petugas di Masjidil Haram saat jemaah memasuki area masjid.

"Oleh karena itu, kartu Nusuk harus selalu dibawa, sebaiknya disimpan di bagian luar tas yang tertutup rapat. Tujuannya agar tidak hilang dan terhindar dari tindakan pencopetan, karena kartu Nusuk berpotensi disalahgunakan," imbau Harun.

Harun berharap, dengan adanya tips-tips ini, jemaah dapat beribadah di Masjidil Haram dengan tenang. Meski demikian, ia mengimbau jemaah lanjut usia, yang memiliki keterbatasan fisik, dan berkebutuhan khusus untuk tidak memaksakan diri salat di Masjidil Haram. Sebaliknya, mereka disarankan untuk beribadah di hotel sebagai langkah menjaga kesehatan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×